AdSense

Tampilkan postingan dengan label ME and MY JOB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ME and MY JOB. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Mei 2022

TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB TYREMAN

Hari ini seorang relasi japri ke saya via WA, mengomentari salah satu tulisan yang ada di blog ini. Iseng saya buka blog ini, ternyata tulisan tulisan yg dibuat lebih dari 5 tahun lalu masih dikomentari oleh pembaca sampai tahun ini, ada yang hanya sekedar menyapa, bertanya lowongan kerja atau nostalgia. Namun ada satu pertanyaan yg berulang ulang muncul, apa sih tugas dan tanggung jawab Tyreman ? Mereka yang menanyakan biasanya karena diterima bekerja sebagai Tyreman, atauakan melamar pekerjaan dan menikuti test menjadi Tyreman. 


Saya jadi teringat 23 tahun lalu saat saya melamar pekerjaan posisi
Tyre Technician berdasarkan iklan lowongan kerja yang ada di harian KOMPAS. Saya juga berusaha mencari informasi lewat teman, saudara atau bahan bacaan seperti koran, buku dan lainnya. Hasil nya sangat susah, kalaupun ada yang berhubungan dengan tyre, biasanya terkait kendaraan mobil mobil yang setiap hari kita temui di jalanan. Pada saat itu mbah google belum begitu familiar. Sehingga tulisa terkait Tyreman di dunia tambang hasilnya nihil.

 Hari ini saya coba ketikkan di mesin pencarian google, hasilnya ada beberapa blog yang membahas tentang tugas maupun tanggung jawab Tyreman.

Bagi saya istilah Tyreman sebenarnya istilah umum untuk semua personel yang bekerja di department atau section tyre, tapi istilah Tyreman sebagai posisi atau jabatan ditujukan kepada mereka yang bekerja sebagai eksekutor langsung di lapangan, baik itu di Workshop ataupun di area operasional lainnya. Posisi/jabatan di atasnya biasanya ada Goup Leader, atau Foreman, atau Supervisor.

Secara umum Tugas dan tanggung jawab Tyreman ada di 3 bagian:

1.       BAGIAN UTILISASI

Secara singkat tugas nya adalah melakukan penggantian tyre, baik itu terencana, maupun tidak terencana. Di tempat saya bekerja biasa disebut Tyre Fitter.


Mereka ini harus dibekali pengetahuan dan ketrampilan basic tyre knowledge , isi nya terkait pengetahuan tentang tyre, materi bekerja aman di tyre, materi tentang tools/alat yang digunakan. Sehingga aktifitas penggantian tyre bias diselesaikan dengan aman, produktif dan efisien.

 

2.       BAGIAN MAINTENANCE

Secara singkat tugasnya adalah memastikan bahwa tyre yang terpasang di unit dalam kondisi aman dan beroperasi produktif. Kondisi tyre meliputi tekanan angin dan kondisi fisik ban. 


Memastikan tekanan angina berada dalam range yang sesuai dan memastikan kondisi fisik tyre aman dan produktif untuk digunakan. Di tempat saya bekerja biasa disebut Tyre Checker. Dalam hal ini Tyreman juga harus bisa memutuskan apakah tyre diganti, atau apakah harus dilakukan penyesuaian tekanan angin. Sama seperti Tyre Fitter, mereka juga harus dibekali materi Basic Tyre Knowledge.

 

3.       BAGIAN REPAIR

Secara singkat  tugasnya adalah melakukan perbaikan terhadap tyre tyre yang rusak namun masih layak untuk dilakukan perbaikan dan akan dipergunakan lagi. Di tempat saya bekerja biasa disebut Tyre Repairman. Selain dibekali training Basic Tyre Knowledge mereka juga harus dibekali materi training Basic Tyre Repair. 


Selain melakukan eksekusi repair, yang tak kalah penting mereka bisa melakukan inspeksi dan memutuskan apakah satu tyre tersebut masih bisa dilakukan repair dan bernilai ekonomis yang biasa disebut ABR (Analisa Biaya Repair)

 Satu hal yang perlu diperhatikan, walaupun tugas masing masing Tyreman berbeda beda, dalam praktiknya bisa dilakukan oleh orang yang sama tergantung load pekerjaan maupun kebijakan setiap perusahaan. Namun walupun dilakukan oleh orang yang sama, sebenarnya tidak masalah, yang terpenting sudah dibekali materi training yang cukup.

 Diluar aktivitas di atas sebenarnya masih ada pekerjaan lain, seperti administrasi atau pendokumentasian setiap aktifitas yang dilakukan.

 Demikian sedikit sharing dari saya, kurang lebih mohon maaf karena Tyreman juga manusia.

Selasa, 12 Agustus 2008

PERJALANAN KARIR SANG TYREMAN

14 September 1999 adalah awal pertama saya berkenalan secara resmi dengan dunia tyre, yakni ketika diterima di perusahaan tempat saya bekerja sekarang PT. Pamapersada Nusantara. Ketika itu saya dapat informasi lowongan kerja di harian KOMPAS. Sebenarnya posisi yang saya minati saat itu adalah di bagian MECHANICAL MAINTENANCE, tetapi dalam proses seleksi saya ditawari posisi TYRE TECHNICIAN dengan alasan untuk posisi yang saya minati dibutuhkan pengalaman kerja minimal 2 tahun di bidang yang sama dimana dalam hal ini saya belum punya. Karena keinginan yang besar untuk dapat segera bekerja, setelah sempat “menganggur” setahun lebih, jadi lah saya bekerja di sini, lagi pula bidang pertambangan merupakan salah satu bidang yang saya favoritkan, meskipun “hanya” mengurusi tyre. Sengaja saya beri tanda kutip karena ternyata di kemudian hari saya menyadari bahwa permasalahan di tyre itu tidak se sederhana yang saya bayangkan sebelumnya.

Setelah menjalani masa orientasi selama 3 hari di Head Office (di daerah kawasan Industri Pulogadung), saya di tugaskan ke jobsite pertama saya di salah salah satu client PT PAMA yakni PT. ADARO INDONESIA yang berlokasi Tanjung, kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan. Proyek ini adalah salah satu proyek penambangan batu bara yang terbesar di Indonesia. Disini saya menyelesaikan masa orientasi saya sampai Juli 2000. Disini pula lah saya berkenalan dengan alat alat berat yang biasa dipakai di dunia pertambangan, seperti Komatsu HD785, Volvo FH16 dan Kenworth dimana saya harus mengurusi tyre nya.

Kemudian saya di tugaskan di jobsite Petangis, yang berlokasi di desa Petangis, kecamatan Tanjung Aru, kabupaten Pasir, Kalimantan Timur. Nama perusahaan yang menjadi client kami adalah PT. BHP Kendilo Coal Indonesia. Walaupun secara luas area maupun populasi unit paling kecil yang pernah saya jalani, namun merupakan jobsite yang paling menyenangkan bagi saya. Di jobsite ini saya menjalani tugas sampai tahun 2003, karena cadangan batubara sudah habis.

Dari Petangis, kemudian saya di pindah tugaskan ke jobsite Kideco (nama client PT. KIDECO JAYA AGUNG), masih di kabupaten yang sama, dan nama desanya adalah Batu Kajang, kecamatan Batu Sopang. Di sini pertama kali bertemu dengan dump truck yang terbesar yang pernah dimiliki PT PAMA (sampai saat ini) yaitu HAULPAK 730E dengan kapasitas angkut 200 ton, dengan ukuran diameter tyre nya sekitar 3.3 meter.

Dua tahun lebih saya di jobsite Kideco, Desember 2005 kembali saya di mutasi. Kali ini saya ditugaskan di kota Sangata, kabupaten Kutai Timur, masih di provinsi Kalimantan Timur. Nama client kami adalah PT. Kaltim Prima Coal. Di jobsite ini saya mengakhiri masa lajang, yakni pada tanggal 11 Maret 2006 dan memiliki seorang putra pada tanggal 10 Desember 2006.

Tidak sampai 1 tahun, pada 1 Juli 2007 kembali saya menjalani mutasi ke kota Bontang, kurang lebih 65 km dari kota Sangata. Nama client kami kali ini adalah PT. Indominco Mandiri. Bontang adalah kota yang paling menarik dan paling ramai dibandingkan tempat saya bertugas sebelum sebelumnya. Namun merupakan tempat paling jauh menuju lokasi kerja yaitu berjarak kira kira 30 km.
Sampai saat ini saya masih bertugas di Bontang, masih di perusahaan yang sama, dan masih di bidang yang sama, yaitu TYRE alias BAN.