AdSense

Rabu, 17 September 2008

TIPS MEMILIH BAN EARTHMOVER


Mengingat harga nya yang cukup mahal dan juga langka, sebelum memutuskan untuk membeli atau memakai suatu produk ban, ada baiknya terlebih dahulu mencari informasi sebanyak mungkin akan produk yang akan kita pakai tersebut.

Berikut beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan jenis ataupun spesifikasi ban yang akan kita pakai (disarikan dari berbagai sumber dan pengalaman praktis).


1. UKURAN BAN
Untuk ukuran ban sudah ditentukan dari manufactur dari Equipment yang kita pakai, tergantung dari Model/Jenis Unitnya. Misalnya Komatsu HD465-7 ukuran ban yang dipakai 24.00R35, Caterpillar 777 ukuran ban yang dipakai 27.00R49, Euclid Hitachi EH1700 ukuran ban yang dipakai 31/80R49 dll. Ada kalanya suatu model unit memberikan ukuran ban optional (alternatif) misalnya untuk EH1700 bisa dipasang ukuran 27.00R49, tetapi sudah tentu dengan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi.



2. PEMILIHAN PATTERN


Pattern atau biasa disebut juga kembangan (kadang disebut batik) sangat bergantung kepada material jalan yang akan menjadi area operasional ban, dan juga posisi ban tersebut akan dipasang (maksudnya untuk steering atau untuk drive). Untuk kondisi jalan yang lembek/lembut dibutuhkan pattern type traction, sebaliknya untuk material jalan yang keras masalah traction tidak begitu penting. Penting juga untuk mengetahui kedalaman tread yang kita butuhkan, karena walaupun sama sama traction, bisa jadi kedalaman treadnya berbeda. Masing masing manufacture punya code tersendiri untuk pattern tyre, sebut saja VMTP, VMTS, VRDP dll untuk Bridgestone, kemudian XDT, XDR, XDM untuk Michelin, maupun GP-4B, RL3+ untuk GoodYear. Sedangkan kedalaman tread untuk ban earth mover diberi code E3, E4 dll (semakin tinggi angka nya, semakin tinggi kedalaman tread nya)

3. PEMILIHAN COMPOUND
Secara umum, compund tyre earthmover dibagi menjadi Heat Resistant, Cut Resistant dan Standard. Masing masing Compund diberi code (tiap manufacture punya code yang berbeda. Misalnya untuk Heat Resistant Bridgestone code nya adalah 3A, untuk Michelin C4 atau C. Untuk nilai TKPH dari ban, jika diurutkan dari yang tertinggi adalah sbb: Heat Resistant--Standard--Cut Resistant. Semakin tinggi TKPH suatu ban, artinya semakin tahan terhadap panas (heat generated) yang timbul akibat operasional, karena memiliki kemampuan untuk merelease panas ke udara luar.

Untuk TKPH sendiri sangat dipengaruhi oleh, muatan, jarak, kecepatan (cycle time) dari unit. Sebelum memilih suatu ban, sebaiknya terlebih dahulu dihitung TKPH site (lapangan), besaran TKPH site sebaiknya tidak lebih 90% dari TKPH tyre (spec).

4. PEMILIHAN MERK
Setelah kita menentukan ukuran, pattern, maupun compound ban yang akan kita pakai, kita masih harus menentukan merk/manufacture ban. Karena bisa jadi ada beberapa manufacture memenuhi kriteria spesifikasi yang kita inginkan. Mungkin perlu mencari beberapa informasi di site maupun perusahaan lain tentang kenggulan suatu merk. Tanpa berpihak terhadap suatu merk, untuk saat ini di area tempat saya bekerja, produk ban earthmover Bridgestone lebih ungul dibandingkan merk lain, namun di perusahaan lain bisa jadi sebaliknya dan saya pernah dapat informasi seperti itu.
Tambahan informasi, saat ini ada beberapa milis tempat tempat kongkow para tukang ban di indonesia seperti
ikatengine@yahoogroups.com dan institut-tukang-ban-otr@googlegroups.com
.

Sabtu, 30 Agustus 2008

HIKMAH DI BALIK KRISIS TYRE

Dibalik krisis tyre yang terjadi sejak sekitar tahun 2004/2005 dan sampai sekarang masih terasa pengaruhnya ternyata banyak menyimpan cerita atau fakta yang menarik, setidaknya bagi saya.

BAN BIAS NAIK DAUN


Pada tahun 2004 (sebelum krisis tyre), hampir semua kontraktor utama di bidang pertambangan sudah menggunakan ban radial dalam operasionalnya. Bahkan di perusahaan tempat saya bekerja, ban bias sama sekali sudah tidak dipakai lagi untuk unit Haul Truck/Earthmover.

Tetapi krisis tyre membuat semuanya berubah drastis, karena ban radial susah didapat akhirnya ban bias juga menjadi rebutan, bahkan menjadi andalan. Dalam kondisi seperti ini sepertinya harga bukan lagi menjadi masalah, berapapun pasti di beli. Sungguh tidak masuk di akal ketika mendapat supply tyre bias (merknya juga baru kali itu saya dengar) dengan harga USD16000, padahal harga normal ban radial pada saat itu (th 2005) “hanya” sekitar USD6500. Pada saat itu pula saya mengenal ban ban dari merk yang sebelumnya belum pernah saya dengar seperti Belshina, Henan, Tianli, General, MRF dll.

Perbedaan spesifikasi antara ban bias dan radial membuat hampir semua tyreman yang sudah terbiasa dengan ban radial, kembali harus buka buku tentang bias dan coba cari cari bahan yang bisa dijadikan referensi. Banyak cara yang diambil untuk tetap bisa survive dengan ban bias, mulai dari pengurangan muatan, memperpendek jarak bahkan ada yang melakukan pengecheckan pressure tyre setiap jam sekali tergantung medan operasional yang dihadapi.

JASA REPAIR MENJAMUR, BAN SCRAP DICARI



Krisis ban juga ternyata menjadi berkah bagi sebagian orang. Hampir setiap bulan ada saja yang datang untuk menawarkan jasa repair tyre, baik di fasilitas yang dia punya, maupun dilokasi kita (on site), ada yang benar benar sudah profesional tetapi tidak jarang ada yang masih mencoba memulai, bahkan ternyata ada yang hanya sekedar perantara saja.


Suatu hari ada yang datang menawarkan untuk mengangkut limbah tyre scrap dengan mengatas namakan nama salah satu bupati di Kaltim, dengan tujuan untuk dijadikan sebagai tanggul di Pulau Kumala (Tenggarong). Namun akhirnya kita tidak setuju karena ternyata ybs tidak bersedia mebawa semua limbah ban scrap, ternyata dia masih memilih milih kembali ban yang akan dibawa. Selidik punya selidik ternyata ban itu memang bukan untuk dibawa ke Pulau Kumala, ternyata akan di repair lagi. Dan ternyata fenomena ini saya temui juga di 2 jobsite berikutnya yang saya jalani.

BAJAK MEMBAJAK MEMBLUDAK
Krisis ban juga ternyata berdampak yang sangat besar bagi orang orang yang berkecimpung dengan ban itu sendiri. Setiap perusahaan berusaha merekrut tyreman yang dianggap terbaik untuk mendukung kelangsungan usahanya, di sisi lain tyreman juga pasti akan tertarik dengan penawaran kesejahteraan yang lebih baik. Tidak heran banyak tyreman yang pindah ke kompetitor, atau pindah dari user ban menjadi supplier, jasa repair bahkan menjadi konsultan ban. Namun satu hal, walaupun demikian sesama tyreman tetap saling berkomunikasi meskipun perusahaan tempat kerjanya merupakan kompetitor bagi perusaahaan lain.

Sampai saat ini krisis ban mungkin masih terasa perusahaan tertentu, dan untuk ukuran ukuran tertentu. Namun tanpa terasa, akhirnya kita bisa melalui krisis yang suda berjalan hampir 5 tahun. Terima kasih atas pelajaran berharga ini, yang sudah menghasilkan tyreman tyreman tangguh.